Yueliang daibiao wo de xin
- Length: 1:58
- Rating: 5.00 (1 ratings)
- Views: 15
- Author: gurumandarin
Tags: band bangka caroline china chinese cina daibiao de lagu mandarin music musik nanfeng oriental pangkal pinang tionghoa tradisional traditional wo xin yueliang
Nanfeng Oriental Band featuring Caroline. In Semabung, Pangkal Pinang, Bangka. Chinese pop song with traditional instrument.
Kelenteng Usia Ratusan Tahun di Bangka
- Length: 1:29
- Rating: 5.00 (1 ratings)
- Views: 84
- Author: puterapanas
Tags: Bangka Barat Belitung Pangkal Pinang
17.05.2008 Di Pulau Bangka banyak peninggalan bersejaraha seiring dengan masukya pekerja dari Cina pada masa penjajahan Belanda. Mereka dipekerjakan di pertambangan-pertambangan pasir timah di Pulau Bangka. Seperti Kelenteng Bhakti Maha Cetya yang terletak di Kampung Kelabat Jebus Kabupaten Bangka Barat yang didirikan oleh warga etnis Tionghoa telah berusia ratusan. Warga Kampung Kelabat yang merupakan keturuna warga etnis Tionghoa ini sangat menjaga peninggalan leluhurnya. Apalagi didalam klenteng tersebut terdapata sejumlah benda kuno. Seperti lonceng berusia ratusna tahun yang dibunyikan saat warga hendak bersembahyang.
Sumpah Pemuda 2008
- Length: 3:3
- Rating: 5.00 (1 ratings)
- Views: 124
- Author: b206bs
Salah satu esensi dari semangat Sumpah Pemuda adalah semangat pluralisme, dan membebaskan bangsa dari anggapan adanya warga minoritas atau mayoritas. Selain itu pemuda juga harus bisa berjuang melakukan perubahan baik untuk dirinya maupun masyarakat sekitar. Ada tiga sosok pemuda yang bisa memberikan arti besar bagi masyarakat. Salah satunya Basuki Tjahja Purnama, mantan bupati Belitung Timur, Bangka Belitong. Pria yang dikenal dengan panggilan Ahok ini adalah bukti pluralitas masyarakat Indonesia. Dia secara langsung dipilih masyarakat Belitung Timur menjadi bupati. Dengan begitu Basuki adalah bupati pertama yang berasal dari keturunan Tionghoa. "Saya berpikir mana mungkin saya bisa menjadi Bupati," ucap Basuki. Menurutnya, Bineka Tunggal Ika dan Garuda Pancasila hanya menjadi simbol saja di Indonesia, kenyataannya warga keturunan Tionghoa selalu menjadi kelas nomor dua di negeri ini. Semenjak menjabat bupati, Basuki memberikan perhatian terhadap kesehatan dan pendidikan masyarakat. Basuki secara konkrit telah meberikan pelayanan gratis bagi warga miskin dan pendidikan gratis bagi warganya hingga tingkat Sekolah Menengah Atas. Sementara itu, di ujung timur Papua tetaptnya di distrik Asologaima, Wamena, warga masyarakat di sana umumnya masih hidup terbelakang. Baik dari segi pelayanan kesehatan maupun pendidikan. Sebagaimana dirasakan Salomina, anak kepala suku di distrik Asologaima. Semangat untuk meraih pendidikan tinggi harus dilaluinya dengan pergi ke sekolah berjalan kaki hingga dua kilometer dengan naik turun bukit serta menyebarangi sungai. Salomina bercita-cita menjadi seorang dokter, agar kelak ia bisa melayani masyarakat di kampungnya. Berkakt kegigihannya dalam belajar, kini Salomina berhasil mendapat beasiswa dan melanjutkan pendidikan tinggi di Yogyakarta. Di tempat lain, di sebuah kawasan pedesaan gunung Halimun, Jawa Barat, semangat melayani dan berkarya bagi bangsa menjadi jiwa bagi seorang Tri Mumpuni. Dengan kemampuannya membangun pembangkit listrik tenaga mikro hidro (PLTMH) banyak desa di kawasan ini menjadi lebih hidup. Sejak tahun 1996 hingga kini telah tujuh PLTMH dibuatnya. Berbagai penghargaan dan prestasi dari dalam dan luar negeri pun telah diraih Tri mumpuni. Kini, sudah saatnya Negeri ini bangkit dari segala keterpurukan. Pemuda adalah pilar terdepan yang mampu membangkitkan bangsa
Sajak Saya Berhenti Menggergaji Batu.wmv
- Length: 5:12
- Rating: 5.00 (1 ratings)
- Views: 19
- Author: musimengalir
Tags: Poem
Bos, Saya Berhenti Menggergaji Batu Sajak T.Wijaya Sebenarnya saya berhenti menggergaji batu. Saya menelan batu, Bos. Sebab bukan lagi 63 anak sungai dan 2.300 jenis ikan. Kebutekan air membuat semua penuh lumut, lumpur, serta anak-anak tangga di mulut. Istri saya yang terus menggergaji batu. Ceritanya bermula kita bergulingan di kamar mandi, Bos. Penis saya meluncur di lantai berlumut dan pesing, bagai kecemasan menusuk dada sehabis menonton ibu dimakan anaknya di televisi. Lalu, katamu, Bos, jangan ulangi pertemuan ini. Saya bagai jas hitam dibungkus beribu-ribu kondom, dan papan nama kantor saya dijepit pahamu. Bos, saya berhenti menggergaji batu. Berhenti. Bos, saya mandi atau tidak mandi, biarkan bersisik. Saya tidak mau belajar agama dari suaramu. Masjid kian membesar dan megah, seperti puluhan jembatan melintasi sungai Musi, di antara makam orang miskin. Dulu, kita timbun sungai, dan gali tanah. Katamu, nenek moyang kita ajarkan kekebalan dengan kebingungan ini. Kebingungan tersebut. Kebingungan tertentu. Sungguh, Bos, saya berhenti menggergaji batu. Istri saya yang terus menggergaji batu, meskipun saya tahu dia bukan betok atau gabus, yang tidak pernah dikalahkan kemarau dan banjir. Saya bosan kehilangan kebun, dan perahu. Saya bukan rombongan ke New England . Saya bukan penari telanjang di café-café sepanjang Bangkok . Tolong, Bos, biarkan kulit saya bersisik. Saya tidak takut dengan kodok. Biarkan dia bersejarah dengan lidah dan perutnya. Catat, Bos, saya bakar kapal-kapal dari Macau jika kembali membawa batumu. Saya tidak takut digoreng, kemudian dicecel bersama kecap, cuka, dan sambal, ke dalam mulutmu. Saya Tionghoa! Saya berhenti menggergaji batu. Biarkan istri saya yang menggergaji batu. Saya ingin masuk surga bersama makam orang miskin yang kaya. 2006
Masjid Wali Sanga, Saksi Bisu Islam ke Indonesia
- Length: 2:27
- Rating: ( ratings)
- Views: 285' favoriteCount='1
- Author: aziswp
Tags: Bisu Indonesia Islam Masjid Saksi Songo Tionghoa Wali
Reporter/Kameramen: Sejumlah masjid di Jawa Timur yang mengambil nama dari para wali sanga, menjadi saksi bisu masuknya Islam ke Tanah Air. Sebagian besar dilakukan para wali yang ternyata keturunan Tionghoa. Sumber: video.okezone.com http://satria11.blogspot.com
Masjid Khas Tiongkok di Indonesia 1 of 2
- Length: 7:19
- Rating: ( ratings)
- Views: 70
- Author: Newyorkermen
Tags: di Indonesia Khas Masjid of Tiongkok
Masjid Cheng Hoo Surabaya merupakan satu-satunya masjid di Indoesia yang berarsitektur khas Tiongkok. Pada oktober 2001, Pengurus Organisasi Muslim Tionghoa bersama tokoh agama dan masyarakat memprakarsai pembangunan masjid ini.Visit http://www.suaramedia.com
Track MTB
- Length: 0:18
- Rating: ( ratings)
- Views: 14
- Author: dryniefuck
Anom lagi nyoba turunan di trek MTB yg baru kita temukan di daratan Tionghoa he he he.........
Masjid Linden Rein Tempat Silaturahmi
- Length: 1:14
- Rating: ( ratings)
- Views: 33
- Author: aziswp
Tags: Cheng Chineese Hoo Kong Masjid PITI Po Sam Surabaya Tionghoa
Negara Swiss memiliki 150 masjid, salah satunya Masjid Linden Rein. Masjid yang juga merupakan Islamic Center ini merupakan masjid kalangan Arab. sumber : euro.okezone.com/video, http://satria11.blogspot.com
Masjid Cheng Hoo Surabaya (Bagian 4)
- Length: 3:33
- Rating: 5.00 (1 ratings)
- Views: 176
- Author: aziswp
Tags: Cheng Chineese Hoo Kong Masjid PITI Po Sam Surabaya Tionghoa
Masjid Cheng Ho Surabaya, masjid ini merupakan simbol pengakuan akan keberadaan etnis Tionghoa muslim, khususnya di Surabaya. Setiap Ramadan masyarakat Tiongoa berbondong-bondong ke masjid ini untuk memperdalam ilmu agama. sumber : video.okezone.com, http://satria11.blogspot.com
Masjid Cheng Hoo Surabaya (Bagian 3)
- Length: 3:42
- Rating: 1.00 (1 ratings)
- Views: 367
- Author: aziswp
Tags: Cheng Chineese Hoo Kong Masjid PITI Po Sam Surabaya Tionghoa
Masjid Cheng Ho Surabaya dibangun dengan dana lebih dari Rp700 juta rupiah. Keberadaan masjid ini menjadi saksi perjalanan keislaman para mualaf, terutama etnis Tionghoa di Indonesia. Sumber: video.okezone.com, http://satria11.blogspot.com
Page: 1 of 5
